NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KISAH IBNU UMMI MAKTUM
(Telaah Q.S. ‘Abasa Ayat 1-10)
Abstract
QS ‘Abasa (80: 1–10) menjadi salah satu ayat kunci dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang inklusif dan humanis. Narasi turunnya ayat yang melibatkan sosok sahabat tunanetra, Ibnu Ummi Maktum, memperlihatkan koreksi Ilahi terhadap pola dakwah yang dipengaruhi hierarki sosial pada masa awal Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam QS ‘Abasa dengan meninjau penafsiran klasik dan kontemporer, serta relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam modern. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis tematik, kajian ini menemukan bahwa QS ‘Abasa memuat sejumlah nilai pendidikan utama, antara lain nilai inklusivitas dan kesetaraan sosial, nilai hak akses terhadap pendidikan agama, nilai keteladanan nabi dalam menerima koreksi, nilai penghormatan terhadap martabat penyandang disabilitas, dan nilai relevansi pendidikan Islam di era modern. Temuan ini menunjukkan bahwa QS ‘Abasa bukan sekadar teks historis, tetapi landasan normatif bagi pembentukan pendidikan Islam adaptif yang menjunjung martabat manusia tanpa memandang kondisi fisik atau status sosial. Dengan demikian, nilai-nilai yang dihadirkan ayat ini dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan, kurikulum, dan praktik pendidikan keagamaan yang lebih setara dan transformatif.











